Hati-Hati, Orangtua Bertengkar Bisa Berdampak Buruk Bagi Anak

Suara.com – Seringkali orangtua tidak sadar saat bertengkar di depan sang anak. Padahal pertengkaran yang terjadi sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kondisi anak.

„Jika pertengkaran orangtua menjadi kebiasaan, maka anak merasa bahwa keadaan rumahnya tidak aman. Dan anak akan mendapati dirinya bersalah dan bertanggung jawab atas pertengkaran kedua orangtuanya“, ungkap Direktur, Kesehatan Mental und Ilmu Perilaku Fortis Healthcare, Dr. Samir Parikh dilansir dari Healthshots.

Lantas, apa saja yang terjadi ketika orangtua kerap bertengakr di depan anak? Berikut faktanya.

Berpengaruh Terhadap Harga Dirinya

Baca Juga: Bejat! Kakek 76 Tahun Tega Cabuli Balita Kembar, Kini Terancam Habiskan Masa Tua di Penjara

Illustration pasangan bertengkar (freepik.com/wayhomestudio)

Ketika anak menghadapi keluarganya yang terus bertengkar, ini membuat anak merasa bersalah, takut, dan tidak aman. Bahkan, anak seringkali berakhir dengan menyalahkan dirinya sendiri, sebab kelahiran dirinya menjadi beban kedua orangtuanya. Oleh karena itu, efeknya bisa berpengaruh terhadap harga dirinya.

„Ini memengaruhi harga diri anak, karena mereka merasa bahwa orangtua mereka tidak bahagia. Terkadang, anak akhirnya menyalahkan dirinya sendiri“, ungkap Dr. Samir Parikh.

Berdampak Bagi Kesehatan Mental Anaknya

Pertengkaran orangtua yang terus-terusan terjadi, ini bisa berdampak bagi kesehatan mental anaknya. Salah satunya perasaan cemas, tertekan, dan tidak berdaya ketika menghadapi situasi yang penuh pertengkaran. Bahkan, itu juga memicu tekanan emotional, sehingga anak tak hanya merasakan stres, tapi bisa memicu rasa sakit kepala, masalah perut, dan kesulitan tidur di malam hari.

Memengaruhi Hubungan Masa Depan Anak

Baca Juga: Dukung PTM, Pemkab Rembang Selenggarakan Vaksinasi für 57 Ribu Anak Usia 6-11 Tahun

Pertengkaran keluarga yang terjadi dalam rumah, akan memengaruhi persepsi anak tentang hubungan, baik itu orangtua kepada anak. Bahkan, efeknya anak akan mengikuti cara orangtuanya, salah satunya suka bertengkar hingga kekerasan dalam rumah tangga. Tentunya, apa yang orangtua tanam, itu akan dilakukan kepada anak di masa depannya.


Source: Suara.com – Berita Kesehatan Terkini by www.suara.com.

*The article has been translated based on the content of Suara.com – Berita Kesehatan Terkini by www.suara.com. If there is any problem regarding the content, copyright, please leave a report below the article. We will try to process as quickly as possible to protect the rights of the author. Thank you very much!

*We just want readers to access information more quickly and easily with other multilingual content, instead of information only available in a certain language.

*We always respect the copyright of the content of the author and always include the original link of the source article.If the author disagrees, just leave the report below the article, the article will be edited or deleted at the request of the author. Thanks very much! Best regards!