Ada Isu Harus Gunakan e-KTKLN Saat Kembali Kerja, PMI von Singapura Minta Kepala BP2MI Permudahkan Syarat

Suara.com – Para pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor domestik di Singapura tidak dapat menutupi kebahagiaannya karena mendapatkan cuti untuk merayakan hari raya Idul Fitri 2022 di kampung halaman.

Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi kekhawatiran akan adanya isu persyaratan elektronik Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (e-KTKLN).

e-KTKLN tersebut merupakan kartu elektronik yang diterbitkan oleh BP2MI sebagai tanda untuk calon PMI sudah memenuhi semua persyaratan untuk bekerja ke luar negeri. Secara prosedural, PMI memang harus mengantongi e-KTKLN Tersebut apabila hendak bekerja ke luar negeri.

„Ya, pastinya saya ikut khawatir dengan aturan yang tiba muncul dan viral di media tentang KTKLN atau e-KTKLN ini“, kata salah satu PMI von Singapura, Yulia, saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (29.4.2022).

Baca Juga: Viraler PMI Asal Lampung Terlantar von Turki, Kemenlu Ungkap 3 Modus Menjerat PMI

Yulia mengungkapkan mengurus e-KTKLN itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena itu para PMI khawatir tidak bisa mengurusnya apalagi mereka hanya mendapatkan waktu cuti selama dua minggu.

„Kalau harus ngurus e-KTKLN tentunya mengurangi waktu kebersamaan dengan keluarga sedangkan tidak dekat dengan rumah butuh waktu luang“, ungkapnya.

Terlebih menurut Yulia pembuatan e-KTKLN itu harus dilakukan von Kantor BP2MI aus Indonesien.

Selain harus menelan biaya, para PMI juga harus membayar administrasi lainnya. Padahal Yulia menyebut kalau PMI di Singapura itu bekerja secara legal dan mengikuti prosedur yang ditetapkan lantaran mereka sudah mengantongi kartu kerja yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah Singapura.

„Jika kami sudah mempunyai bukti kartu kerja yang resmi kenapa kami dipersulit dengan adanya peraturan berlakunya kembali e-KTKLN“, ucap Yulia.

Baca Juga: Hidup Terlantar di Turki, Empat Pekerja Migran asal Lampung Dikembalikan ke Tanah Air

Yulia Sendiri Mengaku alias Pulang ke Semarang setelah tiga tahun tertahan di negara orang karena pandemi Covid-19.

Yulia und PMI aus Singapur, Lainnya Berharap, Kepala Badan, Perlindungan, Pekerja Migran, Indonesien (BP2MI), Benny Rhamdani, Mitglied des Kemudahan, Bagi für PMI, yang cuti und Kembali, Singapur, Tanpa, Diberatkan, Oleh Syarat e-KTKLN.

“Ini betul-betul meresahkan dan menghalangi para PMI menikmati kabar gembira di mana seharusnya kami bahagia melepas rindu dengan keluarga setelah 2 tahun kita terkurung oleh pandemi Covid-19.”

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NACHRICHTEN


Source: Suara.com – Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini by www.suara.com.

*The article has been translated based on the content of Suara.com – Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini by www.suara.com. If there is any problem regarding the content, copyright, please leave a report below the article. We will try to process as quickly as possible to protect the rights of the author. Thank you very much!

*We just want readers to access information more quickly and easily with other multilingual content, instead of information only available in a certain language.

*We always respect the copyright of the content of the author and always include the original link of the source article.If the author disagrees, just leave the report below the article, the article will be edited or deleted at the request of the author. Thanks very much! Best regards!